Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tentang

Prologue

Di blog ini pada dasarnya menyediakan link download bagi beberapa aplikasi yang umum digunakan secara full version dan gratis, selain aplikasi, di blog ini juga menyediakan link download dari berbagai game PC yang tentunya juga dapat di-download gratis. Namun perlu diingat kalau aplikasi dan game yang disediakan oleh blog ini merupakan aplikasi dan game bajakan, yang akan kita bahas lebih lengkap di bawah.

Akan tetapi tujuan utama dibuatnya blog ini bukanlah sekadar menyediakan link download. Namun saya ingin memberikan sebuah pandangan tentang dampak negatif dari kebiasaan menggunakan aplikasi bajakan, yang mungkin kebanyakan dari kita belum sadari.

Saya tahu setiap orang punya alasan tersendiri dalam menggunakan aplikasi bajakan, baik karena tidak ingin mengeluarkan biaya hanya untuk "software", tidak punya cukup uang untuk membelinya, tidak tahu cara membeli, maupun karena alasan personal lainnya.

Namun terkadang bagi beberapa orang, alasan tersebut dipakai karena belum mempertimbangkan sudut pandang berbagai pihak, seperti developer, publisher, atau pihak lain yang terlibat dalam suatu proses produksi perangkat lunak. Di sini saya bukan bermasuk untuk berpihak pada suatu sisi, di sini saya hanya seorang user biasa seperti pada umumnya.

Buat Apa Sih Beli Software?

"Buat Apa Sih Beli Software?" Seperti itulah kira-kira pertanyaan yang muncul di benak saya ketika pertama kali mengetahui bahwa software sebenarnya tidak gratis. Saat baru pertama mengenal yang namanya Ms. Windows, Ms. Office, Photoshop, CorelDRAW, IDM, dll.

Itu hal yang wajar, karena kebanyakan dari kita tidak mengetahui dan tidak melihat proses dibalik pembuatan sebuah software. Bagi orang awam seperti saya beranggapan software dibuat layaknya menempel suatu tombol, menambah menu, mengatur tampilan, seperti membuat suatu presentasi PowerPoint.

Namun saya menyadari hal itu salah setelah mengenal istilah bahasa pemrograman. Membuat suatu aplikasi ternyata jauh lebih rumit dari yang saya bayangkan. Membuat suatu aplikasi ibaratnya mengajari anak TK untuk memahami Kalkulus. Mengapa saya katakan demikian? Karena pada dasarnya ketika kita membuat aplikasi di komputer, kita menanamkan pengetahuan kepada mesin untuk melakukan pekerjaan di mana si mesin ini sama sekali tidak mengetahui apa-apa.

Pembuat Software/Game Ini Pasti Sudah Tajir Sekarang!

Ketika mendengar nama salah satu orang terkaya di dunia adalah Bill Gates, sang empunya Microsoft. Saya berpikir kalau kegiatan pembajakan Microsoft Windows, Microsoft Office, dan aplikasi Microsoft lainnya sedikitpun tidak akan mempengaruhi isi dompet perusahaan raksasa ini.

Dan benar saja, sejak popularitas nama Microsoft Windows melesat tinggi, perusahaan tersebut tidak pernah mengalami kerugian berarti akibat pembajakan software sejak awal abad ke-21.

Bahkan nilai saham dari perusahaan Microsoft sudah menjangkau nilai yang sangat tinggi dan menjadi salah satu perusahaan paling berharga di dunia.

Bahkan perusahaan pembuat game ternama seperti Rockstar, Ubisoft, Electronic Arts, Activision, Bandai, dll memiliki omset yang tidak main-main dari hasil pembuatan game ternama yang sebagian besar dari kita mungkin pernah memainkannya. Mereka adalah nama-nama di balik game GTA, Assassin's Creed, Pro Evolution Soccer, Watch Dogs, The Sims, dll.

Tapi sepertinya tidak adil jika kita cuma melihat ke atas. Maksudnya kita seringkali mengabaikan pihak-pihak kecil yang juga bersaing menjajakan produk digital (software) mereka di tengah ketatnya persaingan pasar. Mari kita sesekali melihat para developer software maupun game indie.

Indie di sini artinya pihak yang memproduksi tanpa melalui naungan perusahaan.

Jika berbicara soal game, para developer indie bisa dibilang cukup banyak juga yang sukses dengan karya-karya game mereka yang ternama. Namun mungkin yang jarang kita dengar adalah tentang pihak-pihak indie yang bekerja keras untuk menghasilkan software ataupun game, yang tidak jarang kita gunakan juga bajakannya.

Developer indie di sini tentunya melakukan beban pekerjaan yang sama seperti perusahaan besar dan punya target yang sama. Namun di sini para developer indie tentunya tidak punya biaya yang sama besarnya, tenaga yang sama banyaknya, serta fasilitas yang sama bagusnya.

Banyak developer indie yang tidak jarang hanya menggunakan komputer seadanya, meja dan kursi plastik, ruangan yang hanya pakai kipas, serta jam kerja yang menguras waktu tidur.

Bisa dibayangkan? Ibaratnya ada deadline tugas dari sekolah/kampus yang harus segera dikumpul. Tapi itu terjadi setiap hari. Tentu sangat berat bukan?

Namun tidak sedikit dari kita yang "mencuri" hasil kerja keras mereka dan seolah-olah mengabaikan harga diri dan eksistensi mereka.

Bahkan saya pernah mendapati kasus di mana ada beberapa orang yang mengaku bangga dengan banyaknya developer game dari Indonesia yang hasil karyanya terkenal mancanegara, seperti misalnya game Dreadout, Pamali, Pulang Insanity. Tapi mereka sendiri download game tersebut yang bajakan.

Kalo Ada Yang Gratis Kenapa Harus Bayar!?

Belakangan ada berbagai komentar yang saya dapatkan dari orang-orang atau pihak yang justru merasa benar atas tidakannya menggunakan software/game bajakan dan menganggap orang yang menyarakan penggunaan produk legal sebagai pihak yang sok suci.

Entahlah, saya tidak ingin mengatakan orang berteriak "sok suci" ini bodoh, meskipun saya jelas tidak mendukung mereka. Karena bagi saya mereka yang merasa benar dan bangga dengan produk bajakan yang mereka gunakan ini tidak lebih karena ketidaktahuan mereka.

Banyak di antara mereka yang beranggapan bahwa kalau ada yang gratisan, kenapa harus bayar!?. Dengan mengabaikan banyak faktor serta sudut pandang orang lain. Mereka secara spontan meneriakkan bac0t, s0k suci, anj1ng, dan kata-kata kasar lainnya, tanpa menyadari apa yang mereka perbuat.

Maka dari itu, melalui blog ini, saya ingin mencoba meraih orang-orang seperti itu untuk bersama memahami kondisi masing-masing pihak dan mencoba mengarahkan ke hal-hal yang mungkin akan berdampak lebih baik.

Epilogue

Jadi kembali ke bagian awal pembahasan ini, di sini saya bukannya memihak pada salah satu sisi, tidak mendukungnya dan tidak pula menentangnya. Karena saya tau di balik sistem yang ada saat ini, setiap pihak punya sisi buruknya masing-masing, baik dari sisi user atau pengguna maupun dari sisi developer.

Hanya saja di sini saya ingin mengajak kita semua untuk membuka pandangan, bahwa jika kita melakukan sesuatu yang benar maka peluang mendapatkan hasil yang benar pula akan cukup besar, begitu pula sebaliknya.

Karena saya meyakini bahwa tidak ada cara buruk untuk melakukan kebaikan, dan juga tidak ada cara yang baik untuk melakukan keburukan. Dan saya sadari bahwa apa yang ada di blog ini tidak bisa dibenarkan, namun karena semua situs bajakan yang saya temui semuanya memberikan banyak dampak buruk kenapa pengunjungnya serta tidak sedikitpun menyuarakan kebaikan, maka saya mencoba untuk jadi salah satu yang memunculkan kebaikan di tengah-tengahnya.

Saya ingin menjadikan blog ini sebagai wadah untuk membuka pandangan kita tentang hal-hal di atas. Mungkin banyak yang berpikir buat apa blog ini menyuarakan penggunaan produk legal sedangkan isi dari blog ini kebanyakan hasil bajakan.

Namun justru bagi saya, tempat terbaik untuk menyampaikan suatu solusi adalah tempat di mana masalahnya timbul.

Best regard, Hadpur.com